1 Bahan pembuatan. Shortening terbuat dari 100% lemak nabati, hewani, atau campuran dari keduanya. Secara umum, shortening terbagi ke dalam dua jenis, yaitu berbentuk solid (padat) yang paling umum ditemukan di Indonesia dan berbentuk liquid (cair) yang lebih familiar digunakan dalam dunia industri.
“Serupa tapi tak sama”, peribahasa ini cocok untuk menggambarkan perbedaan pastry dan bakery. Keduanya dianggap sebagai produk yang sama, padahal terdapat perbedaan mencolok di dalamnya. Anda harus memahami bahwa pastry dan bakery adalah menu sajian yang berbeda jika ingin bergelut di bisnis roti. Pemahaman yang mendalam antara bakery dan pastry diperlukan jika Anda ingin merilis seri produk yang bervariasi. Kemampuan membedakan keduanya akan membuat bisnis Anda dinilai expert atau ahli untuk memproduksi produk bakery atau pastry. Pasalnya, perbedaan dua produk tersebut mencakup bahan yang digunakan serta proses pengolahannya. Perbedaan Pastry dan Bakery yang Harus Anda Pahami Perbedaan antara pastry dan bakery bisa diketahui melalui definisi masing-masing. Pastry berasal dari bahasa Prancis, patisserie, yang artinya kue. Biasanya, pastry merupakan jenis kue kering berbahan campuran tepung, garam, lemak, dan sedikit cairan. Semua bahan tersebut dicampur menjadi adonan kaku, kemudian diolah ke berbagai bentuk kue. Bakery atau roti adalah produk yang telah melalui proses fermentasi di dalamnya. Pengolahannya pun dilakukan dengan cara dipanggang. Lewat definisi ini, Anda bisa paham bahwa proses fermentasi menjadi perbedaan utama antara bakery dan pastry. Ada pula 5 perbedaan antara keduanya yang harus Anda pahami dalam produksinya. Apa saja? 1. Asal Usul Pastry dan bakery memiliki asal usul yang berbeda, bahkan diciptakan di zaman yang berjauhan. Pastry awalnya dikenal di Inggris sebagai adonan untuk membuat pai daging. Pai tersebut terdiri dari adonan kulit yang disebut pastry dan daging di dalamnya. Kala itu, orang Inggris memasak pai daging dengan memasaknya di bara api. Bakery sudah dikenal sejak zaman Mesir Kuno, yakni roti yang difermentasi. Dari zaman ini, roti berkembang luas di Benua Eropa dan mulai mendunia seperti yang kita konsumsi sehari-hari. 2. Bahan Pembuatan Pebisnis roti harus paham bahwa bahan utama pembuatan bakery dan pastry sangat berbeda. Pastry biasanya terbuat dari tiga bahan utama telur, mentega, dan tepung. Sedangkan bakery, makanan ini membutuhkan bahan utama berupa tepung terigu, air, ragi, dan garam. Penggunaan bahan lemak diperlukan untuk bakery dan pastry karena memiliki kegunaannya masing-masing. Lemak dalam pastry berguna untuk menghasilkan tekstur yang renyah serta menjaga lapisan dalam dan luarnya. Untuk bakery, lemak berguna sebagai penguat rasa dan jaringan tepung sehingga produknya tidak mudah mengeras. Kendati terbuat dari bahan yang berbeda, bakery dan pastry menggunakan bahan yang sama untuk perisanya, salah satunya cokelat. Anda bisa menggunakan Tulip Cokelat Krim, Tulip Cokelat Filling Hitam, atau Tulip Hazel Delight sebagai filling rotinya. Rasa cokelat yang kental meningkatkan cita rasa sekaligus menambah aroma manis produk yang Anda buat. 3. Proses Pembuatan Pastry terdiri dari berbagai jenis, seperti croissant, puff pastry, danish, dan lain-lain. Umumnya, pembuatan pastry melibatkan proses penggilingan dan pelapisan bahan lemak. Adonan pastry dibekukan dulu sebelum kemudian dipanggang dan disajikan. Proses pembuatan pastry bisa jadi berbeda setiap jenisnya. Bakery memiliki proses pembuatan yang sederhana, dimulai dari pengolahan bahannya. Campuran adonan roti kemudian difermentasi dan diistirahatkan sebelum akhirnya dipanggang dan disajikan. Untuk roti manis atau asin, ada proses penambahan filling atau perisa di dalamnya sebelum adonan dipanggang. 4. Proses Penyimpanan Anda harus memahami perbedaan langkah penyimpanan produk bakery dan pastry agar kualitasnya terjaga. Adonan pastry yang belum dilapisi lemak dikemas dalam kertas roti dan ditutup rapat agar tidak terkena tetesan air. Masa penyimpanannya di freezer adalah maksimal enam bulan. Lain halnya dengan adonan pastry yang sudah dilapisi lemak, Anda hanya bisa menyimpannya selama beberapa hari. Gunakan wadah kedap udara dan simpan adonannya di kulkas. Produk bakery harus disimpan dengan plastik yang diikat atau ditutup dengan kuat sehingga tidak ada udara yang masuk. Anda juga bisa menyimpan produknya dengan cara dibungkus menggunakan kain. Cara ini membuat produk bakery semakin tahan selama beberapa hari ke depan. Produk bakery juga bisa dibekukan. Caranya adalah dinginkan produknya, kemudian masukkan ke dalam plastik di freezer. Masa penyimpanan maksimal tiga bulan. 5. Produk Terakhir, tentu saja perbedaan pastry dan bakery terbesar terletak varian produknya. Produk bakery identik dengan berbagai jenis roti, seperti sourdough, baguette, ciabatta, bagel, hingga roti tawa dan roti manis yang sering kita temui. Di sisi lain, kata pastry sendiri berasal dari bahasa Perancis "patisserie" yang berarti kue. Jadi, jangan heran bila produk pastry identik dengan berbagai kue manis yang memiliki kulit rapuh atau renyah. Jenis pastry yang populer antara lain croissant, kue sus atau choux, danish pastry, dan eclair. Perbedaan pastry dan bakery di atas bisa menjadi panduan Anda dalam mengolah produk bisnis roti. Gunakan produk Tulip Chocolate yang bisa memberikan cita rasa lezat untuk produk bakery dan pastry Anda.
Olehkarena itu, hindarilah cake emulsifier yang belum mendapatkan sertifikat halal. Di pasaran sudah ada cake emulsifier yang sudah mendapatkan sertifikat halal, akan tetapi istilah yang digunakan kadang bukan cake emulsifier tapi disebut bakery ingredient dan dijual dengan nama dagang yang tidak mencirikan apakah itu cake emulsifier atau bukan.
Ada hal-hal mendasar yang harus diketahui terkait perbedaan pastry dan bakery nih. Umumnya baik pastry maupun bakery sering disajikan bersamaan di banyak toko kue hingga cafe. Sekilas sih memang sama, yakni sama-sama terbuat dari adonan tepung yang akhirnya dipanggang hingga matang merekah. Cita-rasanya pun sama-sama nikmat, apalagi sebagai teman minum kopi, dijadikan kudapan ataupun dessert, hingga disajikan sebagai savoury food. Akan tetapi, makanan yang berasal dari seni kuliner Barat ini punya perbedaan basic yang mestinya harus diketahui. Dari mulai definisi pengertiannya, teknik pembuatan, bahan-bahan di dalamnya, hingga asal-usulnya. Bagi kamu yang ingin memulai mendalami ilmu dan seni kuliner, seenggaknya harus bisa nih mengetahui apa itu perbedaan pastry dan bakery. Kedua istilah ini seringkali dianggap punya jenis yang sama. Meski dari namanya terlihat serupa, perlu diketahui ini perbedaan antara pastry dan bakery yang harus diketahui secara Perbedaan DefinisiHal pertama yang membedakan antara pastry dengan bakery adalah dari makna kata atau definisi pengertian ke dua makanan ini. Antara pastry dengan bakery berasal dari akar bahasa yang berbeda, sehingga memberikan perbedaan juga pada IstockphotoDilansir dari Britannica, pastry adalah semacam kue kering yang terbuat dari adonan kaku dan berlemak. Adonannya terbuat dari campuran tepung terigu, garam, lemak yang cukup tinggi, tapi kadar airnya sedikit sehingga cukup berminyak. Nama pastry sendiri diambil dari Bahasa Perancis 'patisserie' yang berarti kue, sesuai tradisi kuliner negara itu, bakery berasal dari kata "bake" dalam bahasa Inggris yang artinya dibakar atau dipanggang. Hal itu bisa dilihat sendiri dalam prosesnya, di mana adonan tepung terigu harus melalui proses pemanggangan sampai matang merekah. Setelah matang, tahap selanjutnya seperti memberikan hiasan atau topping untuk memperkaya cita-rasa dan tampilan yang lebih Asal-Usul Seni membuat pastry memang tercipta dari tradisi kuliner bangsa-bangsa Eropa yang sering membentuk adonan lembaran penutup pai. Adonan pastry biasanya digulung atau ditepuk-tepuk menjadi lembaran tipis untuk melapisi pai atau loyang tart dan menutupi ragam isian. Isiannya bermacam dari mulai daging unggas, daging sapi, olahan hati binatang, hingga buah-buahan dalam sajian IstockphotoTradisi membuat pastry memang berkembang dari mulai Prancis hingga Denmark yang dua negara tersebut sangat tersohor dengan menu tersebut. Prancis kita kenal dengan sajian croissant, choux, hingga kouign-amann yang termasuk pastry. Sementara Denmark juga berkembang dengan seni membuat Danish pastry yang berlemak dan sedikit menggunakan dengan pastry, seni membuat bakery sudah berkembang jauh lebih tua di mana saat umat manusia mulai mengenal pembuatan roti. Tradisi pertama pembuatan roti dari adonan tepung gandum konon berasal dari masa Mesir kuno yang terus berkembang sampai kini. Dalam pembuatan roti tersebut, untuk mematangkannya, adonan memang akan dipanggang terlebih Bahan Utama PembuatanKedua jenis makanan ini sebetulnya sama-sama punya bahan inti yang pembuatan yang serupa, yakni tepung terigu dari gandum. Tapi ada beberapa hal kunci yang membedakannya dari bahan-bahan utamanya pembuatan roti-rotian atau bakery, terkenal dengan empat bahan utama pembuatannya, yakni tepung terigu, air, ragi, dan garam. Bahan-bahan tersebut dicampur menjadi satu menjadi sebuah adonan yang sering disebut dough. Untuk menambah cita rasa dan membuat tekstur lebih lembut, banyak juga ditambahkan gula, susu, lemak, telur, dan bread IstockphotoSementara itu, pastry menggunakan tiga bahan dasar utama yakni tepung terigu, telur, dan juga lemak mentega. Ciri khas utama dari bahan pastry adalah beragam jenis lemak makanan yang ditambahkan dalam adonannya. Adonan pastry menggunakan beberapa jenis lemak di antaranya adalah mentega, mentega putih, margarin, korsvet, bahkan lemak babi lard.Fungsi lemak sangatlah penting dalam pembuatan adonan pastry yang cenderung kering ini. Lemak akan memberikan sensasi tekstur pastry yang renyah serta membentuk lapisan dalam dan luarnya yang cantik. Cita-rasa pastry juga jadi makin gurih dan berat karena tambahan lemaknya ini. 4. Teknik dan Proses PembuatanProses pembuatan bakery secara umum adalah pengadukan adonan, fermentasi, penimbangan, pemilinan adonan, pengistirahatan, dan pemanggangan. Nah, proses pembuatan pastry jauh lebih kompleks dan ribet dibanding bakery tersebut. Umumnya harus orang yang lebih berpengalaman dalam pembuatannya karena ada teknik IstockphotoSeperti contohnya pada pembuatan puff pastry, Danish pastry, dan juga croissant yang harus menggunakan teknik khusus. Ciri khasnya yaitu dengan memasukkan lemak ke dalam adonan dasar pada tahap proses pelipatan. Adonan harus digiling dan dilapisi lemak beberapa kali, dibekukan sampai menyatu, kemudian baru bisa dipanggang untuk lapisan lemak di antara adonan tersebut akan membentuk suatu jaringan terbuka yang keras serta berlapis-lapis ketika Jenis-JenisnyaPerbedaan berikutnya antara pastry dan bakery adalah dari jenis-jenis turunannya yang beragam. Dilansir dari Country Living, bakery sendiri seenggaknya sudah berkembang jadi 15 jenis sajian yang berbeda. Di antaranya seperti baguette, challah, ciabatta, roti gandum utuh, tawar putih, sourdough, focacia, hingga roti multigrain. Bahkan kreasi roti isi, roti pisang, hingga donat termasuk dalam jenis itu pastry seenggaknya juga berkembang jadi 6 jenis berbeda, di antaranya adalahSource IstockphotoPuff PastryCiri khasnya adalah mempunyai lapisan tipis dengan tekstur yang renyah. Terbuat dari tepung dan lemak jenis ini terbuat dari tepung terigu, mentega ataupun minyak, kemudian ditambahkan ragi. Bentuknya bulan sabit yang mudah dikenali dari PastrySedangkan Danish pastry mempunyai bentuk yang mirip dengan croissant, tapi pembuatannya lebih singkat dan PastryDimasak dengan cara tanpa digiling ataupun dilipat sebelumnya. Di Indonesia juga dikenal dengan kue sus yang juga sangat PastryKue pai termasuk jenis short pastry yang mengandung paling banyak lemak dibandingkan jenis pastry lainnya. Hal itu karena terbuat dari tepung terigu, lemak minyak atau mentega, gula, garam, dan PastryKalau phyllo pastry sekilas mirip dengan puff pastry, tapi penggunaan minyaknya yang lebih sedikit. Sehingga tampilannya kering dan itu dia perbedaan antara pastry dan bakery yang harus diketahui. Sudah cukup memberikan gambaran bukan mengenai apa itu pastry dan mana itu roti-rotian atau bakery. Jadi jangan lagi tertukar saat mengidentifikasi ke dua jenis makanan ini.
PaXHpX6.